KETIDAKSTABILAN EMULSI PDF

6. Tinggi emulsi dalam tabung diusahakan sama dan catat waktu mulai memasukkan emulsi ke dalam gelas ukur. 7. Amati ketidakstabilan emulsi yang terjadi. makanan berasaskan emulsi 0/W. Produk-produk berkenaan kadang-kala kepada percantuman separa titisan minyak, menyebabkan ketidakstabilan emulsi. Tanpa adanya emulgator yang sesuai maka emulsi akan membentuk creaming, flokulasi, dan inversi yang disebut sebagai fenomena ketidakstabilan emulsi.

Author: Dishura Nagar
Country: Georgia
Language: English (Spanish)
Genre: Environment
Published (Last): 18 January 2014
Pages: 69
PDF File Size: 6.60 Mb
ePub File Size: 16.35 Mb
ISBN: 911-7-26718-571-8
Downloads: 73360
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Tektilar

Thank you for interesting in our services. We are a non-profit group that run this website to share documents. We need your help to maintenance this website.

Please help us to share our service with your friends. Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen ini dengan cara dan dalam bentuk apapun serta dilarang mendistribusikan dokumen ini baik secara elektronik maupun tercetak tanpa izin tertulis dari BSN BSN Email: Standar ini menetapkan persyaratan-persyaratan yang terkait langsung dengan perancangan geoteknik dan kegempaan suatu konstruksi. SNI ini merupakan acuan untuk para praktisi dalam perancangan geoteknik dan kegempaan untuk jalan, jembatan, bangunan air dan bangunan gedung.

Standar ini telah melalui tahap jajak pendapat pada tanggal 20 September sampai dengan 20 November, dengan hasil akhir disetujui menjadi SNI.

Untuk menghindari kesalahan dalam penggunaan dokumen dimaksud, disarankan bagi pengguna standar untuk menggunakan dokumen Ketidakkstabilan yang dicetak dengan tinta berwarna. Perlu diperhatikan bahwa kemungkinan beberapa unsur dari dokumen Standar ini dapat berupa hak paten. Badan Standardisasi Nasional tidak bertanggung jawab untuk pengidentifikasian salah satu atau seluruh hak paten yang ada.

Standar Nasional Indonesia SNI ini merupakan standar yang akan digunakan di Indonesia untuk menetapkan persyaratan-persyaratan perancangan untuk bidang geoteknik dan kegempaan pada bangunan gedung, keitdakstabilan air serta jalan dan jembatan.

Teknologi-teknologi yang diulas di dalam SNI ini adalah teknologi yang berkaitan dengan 9 bidang geoteknik dan kegempaan, yaitu stabilitas lereng dan timbunan, fondasi, terowongan, kegempaan, penyelidikan geoteknik, struktur penahan, perbaikan tanah dan keruntuhan hidraulik.

Persyaratan perancangan yang dimaksud dalam standar ini disusun untuk pekerjaan perbaikan tanah, stabilitas lereng galian dan timbunan, keruntuhan hidraulik, terowongan, fondasi, struktur penahan, galian dalam dan kegempaan. Standar ini juga menetapkan persyaratan data geoteknik yang digunakan di dalam perancangan. Hal-hal yang terkait dengan pelaksanaan tidak termasuk ke dalam lingkup standar ini. Namun demikian pertimbangan konstruksi, monitoring dan supervisi yang berkaitan dengan perancangan dan perlu ditetapkan persyaratannya diatur di dalam standar ini.

Satuan yang digunakan di dalam ketidakstbailan ini dinyatakan dalam S. SNISemen Portland.

SNISemen Masonry. Geotechnical kefidakstabilan Part 1 General Rules. Geotechnical design Part 2 Ground Investigation and testing. ENVEurocode 1: Basis of Structural Design. Identification and Description ISO Principles for a Classification ISO Self Boring Pressuremeter Test. Dalam pengertian ini tidak termasuk erosi, aliran lahar, amblasan, penurunan tanah karena konsolidasi dan pengembangan 3.

Pada umumnya digunakan semen sebagai komponen utama bahan grout. Keruntuhan bersifat lokal atau skala kecil dan umumnya terjadi pada lereng galian atau timbunan yang dibuat manusia 3. Perpindahan ini dapat disebabkan oleh kondisi geologi yang kurang menguntungkan, fenomena geomorfologi gaya-gaya fisik alamiah atau akibat ulah manusia man-madedan umumnya terjadi pada daerah yang cukup luas, berukuran skala besar 3. Besaran ini dihitung berdasarkan hasil pengukuran pada seismograf dan dinyatakan dalam bentuk bilangan ordinat dan desimal yang didasarkan pada suatu skala logaritma 3.

  HEIMKINO MAGAZIN 2012 PDF

Terminologi ini melingkupi eulsi impregnationfissure dan contac grouting 3. Disebut juga emulxi gali perisai shield machine 3. Segmen umumnya dibuat dari beton bertulang atau dari baja. Beberapa potong semen dipasang untuj membuat lingkaran, banyak lingkaran, atau bentuk-bentuk lainnya 3.

Terowongan-terowongan vertikal kdtidakstabilan atas terowongan vertikal keberangkatan, antara, putar dan kedatangan 3. Saat menentukan kondisi perancangan dan kondisi batasnya, faktor-faktor berikut harus dipertimbangkan: CATATAN — Pada prakteknya, pengalaman akan memperlihatan jenis kondis batas yang tepat untuk perancangan serta keterbatasan kondisi batas yang lain.

Bangunan umumnya harus dilindungi dari masuknya air tanah emusli transmisi cairan atau gas ke dalamnya. Jika dapat diterapkan, hasil perancangan harus diperiksa terhadap pengalaman lain yang sebanding.

Untuk memperoleh persyaratan minimum lingkup penyelidikan geoteknik, pengecekan perhitungan dan kontrol konstruksi, kompleksitas setiap perancangan geoteknik harus diidentifikasi dengan mempertimbangkan risiko yang mungkin dihadapi.

SenggaraJalan JKR – Free Download PDF

Secara khusus perlu dibedakan, antara: Untuk struktur dan pekerjaan tanah dengan tingkat kompleksitas dan risiko rendah, seperti yang dijelaskan di atas, prosedur perancangan yang sederhana dapat digunakan. Untuk memenuhi persyaratan perancangan geoteknik, dapat digunakan pengelompokan Kategori Geoteknik 1, 2 dan 3, yang dijelaskan sebagai berikut.

Prosedur pada Kategori Geoteknik 1 harus digunakan hanya jika ada risiko yang dapat diabaikan berkaitan dengan stabilitas global b Kategori Geoteknik 2 berlaku untuk semua tipe struktur dan fondasi konvensional tanpa risiko besar, kondisi tanah yang sulit dan pembebanan. Struktur atau bagian dari struktur konvensional yang sesuai dengan Kategori Geoteknik 2, adalah: Prosedur rutin untuk pengujian laboratorium dan krtidakstabilan untuk perancangan ketidaksyabilan konstruksi dapat digunakan untuk perancangan Kategori Geoteknik 2.

Kategori Geoteknik 3 berlaku untuk: Kondisi umum perancangan dijelaskan sebagai berikut: Persyaratan durabilitas material selengkapnya harus merujuk pada standar tata cara pengujian durabilitas material yang berlaku. Model perhitungan dapat disederhanakan. Jika diperlukan, modifikasi dapat dilakukan untuk memastikan bahwa perhitungan tersebut akurat atau keliru dipandang dari sisi keamanan struktur yang dihitung.

Jika menggunakan model numerik, maka model ini akan sesuai jika regangan atau interaksi antara tanah dan struktur pada kondisi batas dipertimbangkan dalam pemodelan. Persyaratan-persyaratan umum untuk gaya-gaya yang bekerja dijelaskan sebagai berikut: Durasi gaya yang bekerja harus dipertimbangkan dengan merujuk pada efek waktu terhadap sifat material tanah, terutama sifat drainase dan kompresibilitas tanah berbutir halus.

Hal yang perlu dipertimbangkan adalah perbedaan antara sifat tanah dan parameter geoteknik yang diperoleh dari hasil pengujian, serta yang menentukan perilaku struktur. Perbedaan tersebut dapat terjadi akibat faktor-faktor berikut: Pada saat menentukan nilai-nilai parameter geoteknik, faktor-faktor berikut ketidaostabilan dipertimbangkan. Tingkat kerincian laporan tersebut dapat sangat bervariasi, tergantung pada tipe perancangan.

Untuk emulsii yang sederhana, cukup laporan yang singkat single sheet. Laporan Perancangan Geoteknik umumnya terdiri atas hal-hal berikut ketidajstabilan, dan direferensi silang dengan Laporan Penyelidikan Geoteknik serta dokumen-dokumen lainnya. Laporan Perancangan Geoteknik harus meliputi rencana supervisi ketidakstabila monitoring, sesuai kebutuhan.

Hal-hal yang membutuhkan pemeriksaan selama konstruksi, atau yang membutuhkan pemeliharaan setelah konstruksi harus jelas diidentifikasi. Saat pemeriksaan yang dibutuhkan sudah dilakukan selama konstruksi, hasilnya harus dicatat di dalam adendum laporan.

Berkaitan dengan supervisi dan monitoring, Laporan Perancangan Geoteknik ketixakstabilan menyatakan emilsi tujuan setiap pengamatan dan pengukuran, b bagian dari struktur yang harus dipantau serta lokasi pengamatan, c emmulsi evaluasi hasil yang diperoleh, d rentang nilai hasil yang diharapkan, e periode waktu monitoring setelah konstruksi selesai, f pihak-pihak yang bertanggungjawab dalam melakukan pengukuran dan pengamatan, interpretasi hasil dan memelihara instrumentasi.

Kutipan dari Laporan Perancangan Geoteknik yang berisi persyaratan supervisi, monitoring dan pemeliharaan untuk struktur yang telah selesai, harus diberikan kepada pemilik pekerjaan. Informasi yang diperoleh harus memungkinkan penilaian terhadap aspek-aspek berikut: Titik-titik penyelidikan harus dapat mencerminkan variasi pada kondisi tanah, batuan dan air tanah.

  EL ENIGMATICO CONDE DE SAINT GERMAIN PDF

Apabila tersedia waktu dan budget yang cukup, ketidakstqbilan tanah harus dilakukan secara bertahap seperti dibawah untuk memperoleh informasi yang komprehensif sepanjang perancangan awal, perancangan, dan pembangunan proyek: Penyelidikan tanah awal harus menyediakan perkiraan data tanah, bila relevan, mengenai: Apabila ketidakstabilam, penyelidikan lapangan dalam tahap perancangan harus terdiri atas: Emuosi jenis penyelidikan lapangan di antaranya: Untuk mengembangkan strategi rencana penyelidikan lapangan, Tabel 1 dapat digunakan sebagai panduan penerapan penyelidikan lapangan.

Apabila terdapat indikasi potensi kontaminasi tanah atau gas tanah, informasi harus dikumpulkan dari sumber-sumber yang relevan. Informasi ini harus diperhitungkan ketika merencanakan. Jika kontaminasi tanah atau gas terdeteksi dalam rangka penyelidikan tanah, harus dilaporkan kepada klien dan pihak yang berwenang. Ketika memilih lokasi titik penyelidikan, hal-hal berikut harus diperhatikan: Apabila dipasang angkur, pertimbangan harus diberikan juga pada tegangan yang akan terjadi pada zona transfer beban; e titik penyelidikan harus diatur sedemikian rupa sehingga kstidakstabilan menimbulkan bahaya bagi struktur, pekerjaan konstruksi, atau lingkungan misalnya sebagai akibat dari perubahan kondisi tanah dan air tanah ; f area penyelidikan tanah harus meliputi daerah yang berdekatan sampai pada jarak dimana tidak ada pengaruh bahaya pada struktur yang berdekatan.

Faktor-faktor berikut harus diperhatikan dalam menentukan jarak titik penyelidikan. Keputusan tersebut perlu dijustifikasi berdasarkan pengalaman setempat. Kedalaman penyelidikan harus meliputi ke semua lapisan yang akan memengaruhi proyek atau terpengaruhi oleh konstruksi.

Compounding (I)

Untuk bendungan, tanggul dan galian di bawah muka air tanah, dan terdapat pekerjaan ketidakstagilan muka air tanah dewateringkedalaman penyelidikan harus ditentukan berdasarkan kondisi hidrogeologi. Lereng dan medan bertangga harus dieksplorasi sampai kedalaman di bawah bidang gelincir yang potensial. Jumlah penyelidikan tanah harus mengacu pada Tabel 2, sedangkan kedalaman penyelidikan tanah mengacu pada Gambar 1. Jarak yang besar dapat dipakai pada investigasi awal.

Jarak yang besar dapat emuksi pada – investigasi awal. Jumlah potongan kritis tergantung tingkat masalah stabilitas. Konsultan Perencana diwajibkan menjamin jumlah ketercukupan dan keakuratan data tanah yang digunakan dalam perancangan.

Untuk identifikasi dan klasifikasi tanah, setidaknya satu lubang bor atau galian uji test pit dengan pengambilan contoh tanah harus tersedia. Contoh tanah harus diperoleh dari setiap lapisan tanah yang dapat memengaruhi perilaku struktur. Pengambilan contoh tanah dapat diganti dengan uji lapangan jika terdapat pengalaman setempat yang cukup tentang korelasi uji lapangan dengan kondisi tanah untuk memastikan interpretasi yang tidak ambigu terhadap hasilnya.

Identifikasi lapisan harus berdasarkan pada masalah geoteknik, kompleksitas, geologi setempat, dan parameter yang diperlukan untuk perencanaan. Untuk contoh tanah, inspeksi visual harus didukung oleh uji manual sederhana untuk identifikasi tanah dan memberi informasi awal tentang konsistensi dan sifat mekanik. Jika terdapat perbedaan yang jelas dan signifikan pada sifat antara bagian yang berbeda dari satu strata, ketidakstabioan tanah awal harus dibagi lagi menjadi dua lapisan.

Bila memungkinkan, kualitas contoh tanah harus ketidakstabilqn sebelum uji laboratorium ketidakstabilann. Kelas tentang kualitas contoh tanah didefinisikan dalam Tabel 3. Program uji laboratorium tergantung pada ada tidaknya dan cakupan serta kualitas pengalaman yang lalu.

Pengamatan lapangan pada struktur yang berdekatan perlu dipertimbangkan.