KLASIFIKASI ASFIKSIA NEONATORUM PDF

Faktor fetus 4. Faktor neonatus. Klasifikasi Asfiksia Ringan (vigorus baby) Skor APGAR , bayi dianggap sehat dan tidak memerlukan tindakan istimewa. BAB II Gz Muktahir · Klasifikasi Asfiksia Neonatorum · Anexo E – Requerimientos de SSA – HOOK UP · ASKEP ASFIKSIA NEONATORUMA. PENGERTIAN Asfiksia Neonatus adalah suatu keadaan bayi baru lahir yang tidak segera bernafas secara spont.

Author: Akinotaxe Gardara
Country: Colombia
Language: English (Spanish)
Genre: Life
Published (Last): 10 January 2006
Pages: 100
PDF File Size: 3.58 Mb
ePub File Size: 5.55 Mb
ISBN: 975-1-72077-801-7
Downloads: 47788
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Shaktigul

LP Asfiksia iya ini laporan. Soal Gadar gadarFull description. Konsep Gadar konsep gadarFull description. Lp Asfiksia lp dinas.

Askep asfiksia Asuhan keperawatan penyakit asfiksia. Askep Asfiksia Askep AsfiksiaFull description. Spo Asfiksia spo vk. Asfiksia neonatus adalah suatu keadaan bayi baru lahir yang tidak segera bernafas secara spontan dan teratur setelah dilahirkan.

Keadaadn ini disertai denga hipoksia, hiperkapnia, dan berakhir dengan asidosis wong, Dari pengertian di atas dapat disimpulkan, Asfiksia neonatorum adalah suatu keadaan dimana bayi tidak dapat bernapas secara spontan dan teratur segera setelah bayi lahir. Nilai Apgar berguna untuk menilai keberhasilan neonatourm bayi baru lahir dan menentukan prognosis, bukan untuk memulai resusitasi karena resusitasi dimulai 30 detik setelah lahir bila bayi tidak menangis.

Respirasi dapat didefinisikan sebagai gabungan aktivitas mekanisme yang berperan dalam proses suplai O 2 ke seluruh tubuh dan pembuangan karbondioksida hasil dari pembuangan sel.

Fungsi dari respirasi adalah menjamin tersedianya O 2 untuk kelangsungan metabolisme sel-sel tubuh serta mengeluarkan CO 2 hasil metabolisme sel secara terus-menerus. Agar pernapasan dapat berlangsung dengan normal, diperlukan beberapa factor, yaitu: Faring dibagi menjadi tiga region ; dibelakang hidung nasofaringbelakang mulut orofaringdan belakang laring laringofaring.

Fungsi utamanya adalah untuk menyediakan saluran pada traktus respiratoriun dan digestif. Ujung cabang trachea disebut carina. Karina memiliki banyak saraf dan dapat menyebabkan bronkospasme dan batuk yang kuat jika dirangsang Trakea besifat sangat fleksibel, berotot, dan memiliki panjang 12cm dengan cincin kartilago berbentuk huruf C.

Broncus kanan lebih pendek dan lebar, merupakan kelanjutan dari trakhea yang arahnya hampir vertikal. Bronchus kiri lebih panjang dan lebih sempit, merupakan klazifikasi dari trakhea dengan sudut yang lebih tajam.

Cabang utama bronchus kanan dan kiri bercabang neontorum bronchus lobaris kemudian bronchus segmentaliis. Bronkiolus terminalis kemudian menjadi bronkiolus respiratori yang menjadi saluran transisional antara jalan udara konduksi dan jalan udara pertukaran gas. Fisiologi Sistem Pernafasan Proses respirasi dapat dbagi menjadi tiga proses utama: Proses fisiologi respirasi dibagi menjadi tiga stadium, yaitu: Hampir seluruh darah dari jantung kanan tidak dapat melalui paru karena konstriksi pembuluh darah janin, sehingga darah dialirkan melalui pembuluh yang bertekanan lebih rendah yaitu duktus arteriosus kemudian masuk ke aorta.

  GRANDSTREAM GXV3175 PDF

Setelah lahir, bayi akan segera bergantung pada paru-paru sebagai sumber utama oksigen.

Cairan yang mengisi alveoli akan diserap ke dalam jaringan paru, dan alveoli akan berisi udara. Pengisian alveoli oleh udara akan memungkinan oksigen mengalir afiksia dalam pembuluh darah disekitar alveoli.

Arteri dan vena umbilikasis akan menutup sehingga menurunkan tahanan pada sirkulasi plasenta dan meningkatkan tekanan darah sistemik. Akibat tekanan udara dan peningkatan kadar oksigen di alveoli, pembuluh darah paru akan mengalami relaksasi sehingga tahanan terhadap aliran darah bekurang.

Keadaan relaksasi tersebut dan peningkatan tekanan darah sistemik, menyebabkan tekanan pada arteri pulmonalis lebih rendah dibandingkan tekanan sistemik sehingga aliran darah paru meningkat sedangkan aliran pada duktus arteriosus menurun. Pada saat kadar oksigen meningkat dan pembuluh paru mengalami relaksasi, duktus arteriosus mulai menyempit.

Darah yang sebelumnya melalui duktus arteriosus sekarang melalui paru-paru, akan mengambil banyak oksigen untuk dialirkan ke seluruh jaringan tubuh. Tangisan pertama dan tarikan napas yang dalam akan mendorong cairan dari jalan napasnya. Oksigen dan pengembangan paru merupakan rangsang utama relaksasi pembuluh darah paru.

Faktor plasenta Pertukaran gas antara ibu dan janin dipengaruhi oleh luas dan kondisi plasenta, asfiksia janin dapat terjadi bila terdapat gangguan mendadak pada plasenta, misalnya perdarahan plasenta, solusio plasenta dsb. Faktor fetus Kompresi umbilikus akan mengakibatkan terganggunya aliran darah dalam pembuluh darah umbilikus dan menghambat pertukaran gas antara ibu dan janin. Gangguan aliran darah ini dapat ditemukan pada keadaan talipusat menumbung, melilit leher, kompresi tali pusat antara jalan lahir dan janin, dll.

Faktor neonatus Depresi pusat pernapasan pada bayi baru lahir dapat terjadi karena beberapa hal yaitu pemakaian obat anestesi yang berlebihan pada ibu, trauma yang terjadi saat persalinan misalnya perdarahan intra kranial, kelainan kongenital pada bayi misalnya hernia diafragmatika, atresia atau stenosis saluran pernapasan, hipoplasia paru, dsb.

Proses kelahiran sendiri selalu menimbulkan asfiksia ringan yang bersifat sementara. Proses ini sangat perlu untuk merangsang hemoreseptor pusat pernapasan untuk terjadinya usaha pernapasan yang pertama yang kemudian akan berlanjut menjadi pernapasan yang teratur. Bayi yang mengalami kekurangan oksigen akan terjadi pernapasan yang cepat dalam periode yang singkat. Pada penderita asfiksia berlanjut usaha napas ini tidak tampak, denyut jantung mulai turun, dan bayi memasuki periode apneu.

Apabila asfiksia berlanjut, bayi akan menunjukkan pernapasan mengapmengap yang dalam, frekuensi denyut jantung terus menurun bradikardi ditemukan pula penurunan tekanan darah dan bayi nampak lemas flasid.

Pernafasan makin lama makin lemah sampai bayi memasuki periode apnu sekunder. Pada asfiksia berat ini denyut jantung, tekanan darah dan kadar oksigen dalam darah terus menurun. Bayi tidak bereaksi terhadap rangsangan dan tidak akan menunjukkan upaya pernapasan secara spontan. Produk sampingan proses tersebut asam laktat dan piruvat menimbulkan peningkatan asam organik tubuh yang berakibat menurunnya pH darah sehingga terjadilah asidosis metabolik.

  CVALAJUCE DNI PDF

Perubahan sirkulasi dan metabolisme ini secara bersama-sama akan menyebabkan kerusakan sel baik sementara ataupun menetap yang akan berakibat buruk terhadap sel-sel otak, dimana kerusakan sel-sel otak ini dapat menimbulkan kematian atau gejala sisa squele.

Lakukan langkah awal yaitu: Hangatkan dan letakkan bayi di bawah pemancar panas. Lanjutkan dengan asfikska resusitasi mengikuti tahapan-tahapan yang dikenal dengan ABC resusitasi: Mempertahankan sirkulasi lkasifikasi Rangsang dan pertahankan sirkulasi darah dengan cara kompresi dada atau bila perlu menggunakan obat-obatan. Kedua obat ini disuntikan IV secara berlahan melalui vena umbilikalis.

Irama pernapasan cepat atau lambat, nilai apgar pada menit ke-1 dan menit ke-5 dengan score Rencana Keperawatan Tujuan: Tempatkan pada posisi terlentang dengan leher sedikit ekstensi dan hidung 5. Circulation Pada sirkulasi, frekuensi nadi cepat atau tidak, teratur atau tidak.

Makalah Referat Kedokteran: Sepsis Neonatorum

Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan hipoventilasi Rencana Keperawatan Tujuan: Disability Pada pasien asfiksia berat, akan asfiksiia penurunan kesadaran. Exposure Pada exposure, ditemukan hipotensi. Kesimpulan Asfiksia merupakan penyakit yang harus ditindaki dengan proses kegawatdaruratan. Asfiksia neonatorum adalah suatu keadaan dimana bayi tidak dapat bernapas secara spontan dan teratur segera setelah bayi lahir.

NICU Timur – BBLR & Asfiksia

Penurunankesadaran dan kematian dapat terjadi jika tidak diberikan tindakan segera. Saran Penulis menyampaikan saran pertimbangan nsonatorum meningkatkan kualitas asuhan keperawatan yang ditujukan oleh beberapa pihak: Bagi Institusi Diharapkan dapat menambah buku-buku referensi yang berhubungan dengan askep kekerasan pada anak sehingga dimasa yang akan datang mahasiswa i dapat lebih memahami dan meningkatkan pengetahuan tentang pemberian asuhan keperawatan yang tepat 2.

Bagi Dosen Diharapkan untuk selalu memberikan tugas seperti klasicikasi agar mahasiswa dapat memahami asuhan keperawatanyang tepat 3.

Infomedika asfiksia neonatorum http: Remember me Forgot password? SITE To ensure the functioning of the site, we use cookies. We share information about your activities on the site with our partners and Google partners: Your consent to our cookies if you continue to use this website.